nusantaramerdeka.id — Ribuan jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah dari berbagai pelosok tanah air memadati Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman, Jombang, untuk merayakan tasyakkuran lailatul qadar pada Senin malam, 15 Maret 2026.
Kegiatan rutin yang bertepatan dengan 27 Syahru Romadlon 1447 H ini tetap berlangsung khidmat meski kawasan pesantren sempat diguyur hujan deras yang menyisakan genangan air di lokasi acara.
Semangat gotong royong para santri dan antusiasme jamaah membuat rangkaian pengajian nasionalis ini berjalan lancar dengan penjagaan ketat pada nilai-nilai jati diri bangsa.
Pesan Kebangsaan dan Spiritualitas
Dalam acara tersebut, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Al Mukarrom Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, menekankan bahwa rasa syukur atas malam mulia harus sejalan dengan rasa cinta tanah air.
Beliau menegaskan pada Minggu (15/3/2026) bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah besar yang memiliki nilai serupa dengan kemuliaan malam ketentuan tersebut bagi bangsa ini.
“Menurut penilaian saya, tentang nilainya Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI itu seperti nilai Al-Qodar khusus bagi bangsa Indonesia. Makanya saya mensyukuri,” dawuh Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.
Pesan ini mempertegas posisi Shiddiqiyyah yang menempatkan rasa syukur atas berdirinya NKRI sebagai bagian tak terpisahkan dari praktik spiritualitas warga thoriqoh.
Shodaqoh Spontanitas Ratusan Juta
Selain Mau’idhotul Chasanah, acara ini juga diwarnai dengan aksi nyata berupa shodaqoh spontanitas sebagai wujud syukur jamaah atas nikmat umur dan waktu.
Panitia mencatat total dana yang terkumpul secara spontan mencapai Rp119.500.000, yang akan dialokasikan untuk kepentingan pendidikan dan kemanusiaan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Thoriqoh Shiddiqiyyah Pusat.
“Shodaqoh ini merupakan bentuk rasa syukur para jama’ah atas Lailatul Qodar,” ungkap perwakilan yayasan dalam sambutannya pada Senin malam tersebut.
Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, dengan harapan seluruh jamaah mendapatkan ketetapan iman dan terus berkontribusi bagi keutuhan NKRI di masa depan. ***