Nasional

Reshuffle Kabinet Prabowo Jelang 2 Tahun, 18 Pejabat Dilantik

Presiden Prabowo mereshuffle kabinet
Presiden Prabowo mereshuffle kabinet

NusantaraMerdeka.id - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet pada Kamis, 1 Oktober 2026, dengan melantik 18 pejabat di Istana Negara, Jakarta. Perombakan ini berlangsung kurang dari sebulan sebelum pemerintahan Prabowo genap dua tahun dan hanya berselang 17 hari dari pergantian Menteri Keuangan pada 14 September.

Reshuffle Kabinet Mengubah Sejumlah Posisi Strategis

Perombakan kali ini tidak hanya menyentuh kursi menteri, tetapi juga wakil menteri, pejabat lembaga, serta pucuk pimpinan Polri. Sekretariat Negara mencatat 10 menteri dan wakil menteri dilantik, disusul pejabat lembaga negara serta Kapolri dan Wakapolri.

Bahlil Lahadalia mendapat posisi baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sementara Sugiono bergeser dari Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Pada saat yang sama, Dudung Abdurachman dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggantikan Djamari Chaniago. Arrmanatha Christiawan Nasir kemudian naik dari posisi Wakil Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Luar Negeri, sedangkan M Sarmuji ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian.

Listyo Sigit Berganti Posisi, Suyudi Jadi Kapolri

Perubahan paling penting di sektor keamanan terjadi di tubuh Polri. Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dari jabatan Kapolri dan dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan, sedangkan Suyudi Ario Seto dipercaya menjadi Kapolri baru dan Wahyu Hadiningrat menjadi Wakapolri.

Proses pergantian Kapolri berlangsung sangat cepat. Surat Presiden Nomor R-57/Surpres/09/2026 bertanggal 30 September menjadi dasar pembahasan di DPR, setelah itu Komisi III menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi pada 1 Oktober.

Komisi III menyetujui Suyudi secara aklamasi sebelum persetujuan tersebut dibawa ke rapat paripurna DPR pada hari yang sama. Setelah seluruh tahapan legislatif selesai, Suyudi dilantik Presiden beberapa jam kemudian.

Reshuffle Kabinet Terjadi 17 Hari Setelah Pergantian Menkeu

Jeda reshuffle kali ini menjadi perhatian karena sebelumnya Prabowo baru melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.

Dengan perubahan 1 Oktober, rangkaian perombakan kabinet pada pemerintahan Prabowo kembali bertambah. ANTARA menyebut peristiwa ini sebagai reshuffle kabinet ketujuh, menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo.

Sebelumnya, perubahan susunan pemerintahan berlangsung bertahap sejak Februari 2025, kemudian terjadi lagi pada September dan Oktober 2025 serta April 2026. Perbedaan hitungan antarberita mengenai jumlah reshuffle muncul karena tidak semua sumber menggunakan cakupan yang sama dalam menghitung pengisian atau pergantian jabatan.

Struktur Pemerintahan Ikut Berubah

Selain rotasi pejabat, reshuffle kabinet 1 Oktober juga menghadirkan struktur baru di bidang hilirisasi dan transisi energi yang dipimpin Bahlil. Ia tetap menjabat Menteri ESDM sehingga kedua kewenangan tersebut kini berada pada satu figur.

Perubahan lain mencakup pembentukan dan pengisian sejumlah posisi lembaga, antara lain Kepala Badan Reforma Agraria Nasional yang diisi Dedi Prasetyo, dua Wakil Menteri Keuangan, Wakil Menteri Pertanian, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta pimpinan Ombudsman.

Setelah pelantikan, para pejabat baru mulai menjalankan tugas pada bidang masing-masing. Sugiono mengatakan akan segera berkoordinasi untuk mendalami pekerjaan rumah di Kemenko PMK, sementara Dudung menyatakan perhatian awalnya adalah menjaga "keutuhan, persatuan dan kesatuan negara".