Mancanegara

Prabowo Amankan Investasi Rp173 Triliun, Perkuat Konektivitas Digital RI-Korea

Presiden Prabowo bertemu Presiden Korea Selatan
Presiden Prabowo bertemu Presiden Korea Selatan

nusantaramerdeka.id — Kunjungan kenegaraan perdana Presiden Prabowo Subianto ke Seoul, Korea Selatan, pada 1-2 April 2026, membuahkan hasil gemilang bagi transformasi digital Indonesia. Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, kedua negara menyepakati 10 Nota Kesepahaman (MoU) dengan total nilai investasi mencapai Rp173 triliun (USD 10,2 miliar) yang mencakup sektor strategis, termasuk penguatan infrastruktur internet dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kerja sama ini menandai babak baru hubungan bilateral yang ditingkatkan statusnya menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus. Fokus utama dalam kesepakatan digital ini meliputi pengembangan talenta AI, penguatan keamanan siber, serta peningkatan stabilitas konektivitas internet nasional melalui kolaborasi infrastruktur jaringan bawah laut yang lebih mumpuni.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Korea Selatan adalah sahabat dekat sekaligus mitra krusial dalam mempercepat digitalisasi layanan publik di Indonesia. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam ekosistem teknologi global di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini.

Visi Besar Transformasi Digital Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Target operasional yang dibidik antara lain penyediaan akses internet yang lebih stabil, perlindungan data pribadi yang lebih aman, serta digitalisasi birokrasi agar layanan pemerintah semakin mudah diakses oleh publik.

“Melalui kolaborasi ini, kami menargetkan peningkatan layanan digital untuk masyarakat, penguatan keamanan data, serta pengembangan talenta kecerdasan buatan,” tegas Meutya Hafid dalam keterangannya di Seoul, Rabu, 1 April 2026.

Dampak Infrastruktur dan Geopolitik Internet

Investasi besar ini juga membuka jalan bagi penguatan jaringan kabel laut internasional yang menghubungkan Indonesia dengan hub teknologi di Asia Timur. Salah satu proyek strategis yang mendapat momentum adalah pembangunan sistem kabel ALPHA (Asia Link for Advanced Performance of High-Speed Access) yang melibatkan Telin dan KT Corp, yang diproyeksikan menjadikan perairan Indonesia sebagai pusat konektivitas intra-Asia.

Dengan status Korea Selatan sebagai pelopor teknologi 5G dunia, transfer teknologi dan standarisasi jaringan menjadi keuntungan tambahan bagi Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan digital di tanah air serta memperkuat kedaulatan data nasional di tengah persaingan teknologi antara kekuatan besar dunia.

Keberhasilan Presiden Prabowo membawa pulang komitmen investasi ratusan triliun ini menjadi sinyal positif bagi iklim bisnis digital di Indonesia. Diplomasi ekonomi yang lugas ini diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital nasional dan membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 dengan fondasi teknologi yang kokoh. ***