nusantaramerdeka.id — Kerusuhan pecah di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat 8 Mei 2026, setelah Persipura Jayapura kalah 0–1 dari Adhyaksa FC pada final play-off promosi Championship. Gol Adilson Silva di injury time babak pertama memastikan tiket terakhir ke BRI Super League bagi tim tamu.
Persipura harus menunda ambisi kembali ke kasta utama setidaknya satu tahun lagi. Kekalahan ini menjadi kampanye kelima mereka di kasta kedua sejak degradasi musim 2021/2022.
Kronologi Kerusuhan
Pertandingan sempat dihentikan beberapa menit akibat pelemparan botol ke lapangan. Usai peluit akhir wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, ribuan suporter menyerbu lapangan, merusak fasilitas stadion, dan menyerang perangkat pertandingan.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan menyatakan pada 8 Mei 2026 malam bahwa “Massa di barat sama timur, terbagi 2. Ini terjadi pembakaran mobil-mobil penonton di depan stadion”.
Kerusakan dan Korban
Data resmi mencatat sedikitnya 20 mobil dan 7 sepeda motor terbakar, termasuk ambulans Brimob. Satu anggota kepolisian luka akibat lemparan batu. Kamera wartawan dan layar monitor VAR turut dirusak.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menegaskan pada 9 Mei 2026 bahwa “Kondisi keramaian dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan provokasi sehingga memicu tindakan perusakan dan pembakaran. Ini akan kami usut tuntas”.
Suporter Persipura mengaku kecewa. Seorang pendukung menyatakan pada 8 Mei 2026 bahwa “Kami sangat sedih, harapan besar kami melihat Persipura kembali ke Liga 1 pupus hari ini”.
Dampak dan Ancaman Sanksi
Komite Disiplin PSSI dipastikan menindaklanjuti insiden ini. Berdasarkan Kode Disiplin, klub terancam larangan pertandingan dengan penonton, denda ratusan juta rupiah, hingga penutupan stadion.
Situasi baru terkendali sekitar pukul 23.45 WIT setelah aparat menembakkan gas air mata dan mengevakuasi pemain serta ofisial. Hingga Sabtu pagi, rangka kendaraan hangus masih tergeletak di sekitar stadion.
Kerusuhan ini menjadi catatan kelam bagi sepak bola Indonesia. Persipura bukan hanya gagal promosi, tetapi juga menghadapi ancaman sanksi berat akibat ulah suporter. ***