nusantaramerdeka.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan sangat lebat terjadi di sejumlah provinsi selama periode 12-16 Februari 2026. Intensitas curah hujan harian menembus kategori ekstrem di beberapa wilayah. Data ini dirilis dalam laporan resmi pemantauan musim hujan. Angka yang muncul bukan sekadar fluktuasi biasa. Intensitasnya melampaui rata-rata harian di sejumlah daerah.
Secara faktual, puncak curah hujan harian tertinggi tercatat di Lampung sebesar 143,00mm/hari. Sulawesi Selatan menyusul dengan 140,5mm/hari. Bangka Belitung mencatat 134,4mm/hari. Kalimantan Barat mencapai 113,7mm/hari. DI Yogyakarta menyentuh 110,0mm/hari. Semua masuk kategori sangat lebat.
Daftar Wilayah dengan Curah Hujan Ekstrem
BMKG mengklasifikasikan hujan sangat lebat ketika curah hujan harian melebihi ambang tertentu dalam skala meteorologi. Dalam periode 12-16 Februari 2026, beberapa wilayah mencatat intensitas yang signifikan.
Lampung menjadi wilayah dengan angka tertinggi. Sulawesi Selatan berada di posisi berikutnya. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan DI Yogyakarta juga menunjukkan lonjakan serupa.
Yang perlu digarisbawahi, data ini diambil dari pengamatan stasiun meteorologi resmi. Artinya, angka tersebut berbasis instrumen pengukur curah hujan yang terverifikasi.
Lampung 143,00mm/hari dan Sulsel 140,5mm/hari
Angka 143,00mm/hari di Lampung menunjukkan volume hujan dalam 24 jam yang tergolong sangat tinggi. Sulawesi Selatan dengan 140,5mm/hari berada pada rentang serupa.
Dalam konteks hidrometeorologi, curah hujan di atas 100mm/hari berpotensi memicu genangan hingga banjir lokal. Risiko meningkat jika terjadi dalam durasi berulang.
BMKG juga mencatat hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di wilayah lain pada periode tersebut. Pola ini tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan dinamika atmosfer yang masih aktif.
Tren Peningkatan Intensitas Hujan Februari
Februari merupakan bagian dari puncak musim hujan Januari–Februari. Dalam realitas lapangan, beberapa wilayah menunjukkan peningkatan intensitas dibanding pekan sebelumnya.
BMKG memprakirakan potensi hujan masih tinggi hingga 23 Februari 2026. Kombinasi La Niña lemah, aktivitas MJO, dan Monsun Asia memperkuat suplai uap air ke wilayah Indonesia.
Data 12-16 Februari menjadi indikator atmosfer masih berada dalam kondisi basah. Tren ini sejalan dengan prediksi curah hujan kategori rendah hingga tinggi sepanjang Februari 2026.
Beberapa provinsi bahkan diproyeksikan berpeluang mengalami curah hujan sangat tinggi. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
BMKG menegaskan prakiraan akan terus diperbarui berdasarkan analisis terbaru. Informasi resmi dapat diakses melalui bmkg.go.id dan aplikasi InfoBMKG.