nusantaramerdeka.id — Harga emas batangan Antam mencetak sejarah baru dengan menembus angka psikologis Rp2,9 juta per gram pada perdagangan Senin (16/2/2026) akibat eskalasi global. Lonjakan tajam ini mengejutkan pasar logam mulia dalam negeri karena melanjutkan tren positif akhir pekan lalu tanpa henti.
Data terbaru Butik Emas Logam Mulia menunjukkan harga dasar emas Antam 1 gram kini dibanderol Rp2.954.000. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah tercatat di Indonesia. Tekanan geopolitik dan fluktuasi rupiah menjadi bahan bakar utama kenaikan harga yang sangat agresif di awal pekan ini.
Kenaikan ini terpantau merata di semua ukuran. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga dasar berada di level Rp1.527.000. Sementara itu, untuk ukuran besar seperti 50 gram, investor harus merogoh kocek hingga Rp144.845.000. Pajak PPh 0,25 persen juga tetap diberlakukan bagi pembeli sesuai regulasi yang berlaku.
Daftar Harga dan Kondisi Pasar
Bagi masyarakat yang ingin mencairkan aset, harga buyback atau jual kembali juga melonjak ke angka Rp2.741.000 per gram. Selisih harga yang melebar menjadi sinyal nyata betapa tingginya volatilitas pasar saat ini. Investor kini dipaksa bergerak cepat mengikuti irama pasar yang tidak menentu.
Pemicu utama ledakan harga ini adalah memanasnya hubungan Iran dan Israel di Timur Tengah sejak akhir pekan lalu. Kondisi ini diperparah dengan nilai tukar Rupiah yang tertekan di level Rp16.857 per Dolar AS. Emas dunia sendiri masih bertengger kokoh di level USD 2.381 per troy ons.
“Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai paling stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global 2026,” tegas tim analis Butik Emas Logam Mulia dalam keterangannya, Senin (16/2/2026). Pihaknya menyarankan investor tetap waspada terhadap potensi koreksi teknis setelah kenaikan yang terlalu tajam ini.
Keamanan aset menjadi prioritas utama para pemegang modal saat ini. Di tengah ancaman krisis, logam mulia membuktikan taringnya sebagai aset safe-haven nomor satu. Pasar memprediksi tren ini masih akan berlanjut jika tensi politik dunia tidak segera mendingin dalam waktu dekat. ***