JKPHS Tegaskan Cinta Tanah Air di Usia ke-46

Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi bersama JKPHS

nusantaramerdeka.id — Menjelang usia setengah abad, organisasi perempuan Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) menegaskan sikap kebangsaan melalui Tasyakkuran dan Silaturrochmi di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Rabu (24/12/2025). Momentum Hari Lahir ke-46 itu menjadi penanda kemantapan langkah organisasi berbasis spiritualitas yang kini berdampak nyata bagi kemanusiaan.

Acara tidak berhenti pada seremoni. JKPHS menegaskan rasa syukur sekaligus kecintaan terhadap Indonesia melalui pengamalan Do’a Kautsaran yang disusun langsung oleh Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Dalam rangkaiannya, dibacakan doa Nabi Ibrahim AS dari Surat Al-Baqarah yang memohon keamanan dan keberkahan negeri. Harapannya jelas: Indonesia senantiasa ayem tentrem, rukun, dan makmur.

JKPHS Harlah ke 46
Tasyakkuran dan Silaturrochmi di Hari Lahir JKPHS ke 46 di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah – dok OPSHIDMEDIA

Do’a Kautsaran dipraktikkan sebagai sandaran spiritual ganda. Secara personal, ia mengiringi siklus hidup anggota—dari menanam padi hingga permohonan kesembuhan. Secara kebangsaan, doa itu menjadi ikhtiar kolektif untuk menjaga Indonesia dari konflik kemanusiaan dan bencana alam.

Baca Juga :  Ribuan Kayu Gelondongan Terbawa Banjir Sumatra, Bupati Tapteng Tegaskan Ada Jejak Illegal Logging

Struktur Mengakar, Peran Perempuan Menguat

Pada usia ke-46, JKPHS menunjukkan capaian organisasi yang solid. Dari perkumpulan sederhana, kini JKPHS berkembang menjadi organisasi nasional dengan 112 cabang, termasuk di luar negeri. Struktur diperkuat oleh 225 anak cabang, 98 ranting, dan 11 anak ranting yang tersebar luas.

Peran perempuan ditegaskan sebagai manifestasi perjuangan kaum ibu Indonesia—selaras dengan sejarah Hari Ibu yang lahir dari Kongres Perempuan. JKPHS memposisikan diri sebagai wadah ibu-ibu yang tidak hanya mendidik keluarga, tetapi juga aktif dalam program sosial dan kemanusiaan.

Wujud konkret tampak pada bakti sosial: santunan Rp3 juta untuk 12 fakir miskin. Pada malam acara, shodaqoh spontan terkumpul lebih dari Rp8 juta.

Tasyakkuran dan Silaturrochmi ibu-ibu JKPHS
Tasyakkuran dan Silaturrochmi ibu-ibu JKPHS – dok OPSHIDMEDIA

Ketua Umum JKPHS Pujiati menyebut usia 46 sebagai fase kemantapan. “Kalau manusia mencapai usia 46 tahun, itu usia yang sudah mantap,” ujarnya. Ia menegaskan peran krusial ibu-ibu sebagai penyokong perjuangan dan pelestari Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Tasyakuran ini menegaskan komitmen JKPHS memperkuat struktur sekaligus menjalankan misi sosial-spiritual menuju kancah Nusantara dan dunia. ***

Baca Juga :  Santunan Nasional Shiddiqiyyah 2026: Dana Rp3 Miliar Siap Mengucur untuk Yatim