Lebih dari 100 Kapal Bea Cukai Disiapkan untuk Perketat Selat Malaka

Kantor Bea Cukai

NusantaraMerdeka.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan memperkuat pengawasan di sepanjang Selat Malaka setelah Presiden Prabowo Subianto meminta pengetatan perbatasan dan wilayah pesisir. Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama menyebut lebih dari 100 kapal yang berada di pangkalan sarana operasi akan diberdayakan untuk mencegah penyelundupan barang ilegal dan terlarang.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memanggil Djaka ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pengawasan diarahkan untuk mencegah masuknya berbagai barang ilegal, termasuk narkoba dan balpres atau pakaian bekas impor.

Dirjen Bea Cukai Fokus Perkuat Pengawasan Selat Malaka

Djaka mengatakan salah satu wilayah yang akan diperkuat adalah jalur laut di sepanjang Selat Malaka. Kawasan tersebut memiliki pangkalan sarana operasi Bea Cukai yang didukung armada kapal untuk menjalankan pengawasan di perairan.

“Di sepanjang laut Selat Malaka kami ada pangkalan sarana operasi, di situ ada sekitar hampir seratus lebih kapal. Nanti kita akan berdayakan semua. Tapi semuanya itu tergantung anggaran yang ada,” ujar Djaka setelah bertemu Prabowo.

Baca Juga :  HUT ke-80 TNI AU: Elang Muda Kawal Presiden Prabowo di Udara

Jumlah armada tersebut menjadi salah satu modal operasional Bea Cukai untuk menindaklanjuti arahan Presiden. Namun, Djaka menegaskan pemanfaatan seluruh sarana itu tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Dirjen Bea Cukai Tambah Peralatan dan Perketat Satgas

Selain mengoptimalkan kapal yang sudah tersedia, Bea Cukai akan menambah peralatan operasional dan memperketat satuan tugas di lapangan. Strategi ini disiapkan untuk memperkuat kemampuan pengawasan di wilayah perbatasan dan pesisir.

“Strateginya ya pasti nambah peralatan, kemudian Satgas diperketat,” kata Djaka.

Penguatan tersebut menjadi tindak lanjut langsung atas instruksi Prabowo yang meminta Bea Cukai mencegah penyelundupan barang ilegal maupun barang yang dilarang masuk ke Indonesia.

Tambahan Anggaran Jadi Penopang Pengawasan

Rencana mengerahkan armada dan menambah peralatan juga berkaitan dengan dukungan anggaran. Djaka mengatakan Bea Cukai telah memperoleh tambahan anggaran melalui pembahasan di Badan Anggaran DPR.

“Kami sudah dikasih penambahan anggaran kemarin pada saat rapat di Badan Anggaran,” ujar Djaka.

Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung penguatan peralatan dan kapasitas operasional Bea Cukai. Meski demikian, Djaka tidak menyebutkan besaran tambahan anggaran yang diperoleh.

Baca Juga :  Suahasil Lantik 14 Pejabat Kemenkeu, Ini Daftar Lengkapnya

Dengan dukungan tersebut, Bea Cukai akan memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan dan pesisir, termasuk mengoptimalkan armada yang berada di sepanjang Selat Malaka untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo.