Ini Alasan Rekening Botok Sempat Diblokir Polisi, Kini Dibuka Kembali

Konferensi Pers tentang Pemblokiran Rekening

NusantaraMerdeka.id – Polda Metro Jaya mengungkap alasan rekening Bank Mandiri milik aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok, sempat tidak dapat digunakan. Alasan pemblokiran rekening tersebut berkaitan dengan pendalaman polisi terhadap aktivitas penghimpunan donasi yang beredar di media sosial sebelum akhirnya rekening dinyatakan dapat dibuka kembali pada Rabu (26/8/2026).

Alasan Pemblokiran Rekening Botok Dijelaskan Polisi

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin mengatakan penundaan transaksi dilakukan setelah polisi memperoleh informasi mengenai aktivitas penghimpunan dana yang beredar di media sosial.

Menurut Iman, langkah tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada Supriyono sebagai pemilik rekening sekaligus para donatur yang memberikan dana.

“Hal ini kami lakukan tentunya dalam rangka menjaga dan memberikan perlindungan, baik itu kepada pemilik akunnya maupun kepada para donatur,” ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Rabu (26/8).

Polisi kemudian melakukan klarifikasi dan meminta konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan aktivitas tersebut. Langkah itu ditempuh karena kegiatan penghimpunan donasi memiliki ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang perlu diperhatikan.

Iman mengatakan perlindungan juga menyangkut data pribadi pemilik rekening dan para donatur. Polisi ingin memastikan data tersebut tidak digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

Baca Juga :  35 Ribu PPPK Siap Demo 7 September 2026, Bawa 4 Tuntutan ke Istana

“Tentunya kami melakukan upaya-upaya ini dalam rangka memberikan perlindungan dan menjaga agar: Pertama, data pribadi dari para donatur maupun Saudara Supriyono ataupun Saudara Botok juga terlindungi oleh negara, tidak digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk hal-hal yang melanggar hukum,” kata Iman.

“Kemudian yang kedua juga, jangan sampai ada pihak-pihak yang menggunakan data pribadi tersebut untuk kepentingan yang lain,” sambungnya.

Rekening Sempat Tidak Bisa Digunakan Jelang Demo Pati

Polemik bermula ketika rekening Botok tidak dapat digunakan menjelang rencana aksi masyarakat Pati di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026). Rekening tersebut disebut digunakan untuk menampung donasi warga.

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh Istianto, sebelumnya mengatakan saldo rekening mencapai sekitar Rp80 juta ketika tidak dapat digunakan. Namun, ia mengaku tidak mengetahui apakah setelah itu masih ada dana yang masuk.

“Keblokirnya hari Jumat, pas keblokir itu saldonya Rp 80 juta, tapi enggak tahu juga kalau setelah itu masih ada yang kirim lagi,” ujar Teguh saat dihubungi Kompas.com, Minggu (23/8).

Teguh juga mengatakan pihak AMPB tidak memperoleh informasi pasti dari bank mengenai alasan rekening tersebut tidak dapat digunakan. Kondisi itu membuat pihaknya mempertanyakan dasar tindakan terhadap rekening yang digunakan untuk menampung donasi.

Baca Juga :  Prabowo Kerahkan Kekuatan Negara Kawal Hutan dan Tambang: Tak Ada Lagi Celah untuk Perampok SDA

Komisi III Minta Akses Rekening Segera Dipulihkan

Tidak dapat digunakannya rekening Botok kemudian mendapat perhatian Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pihaknya menerima masukan masyarakat mengenai rekening aktivis asal Pati tersebut.

Habiburokhman menyebut istilah yang digunakan saat itu adalah pemblokiran atau penundaan transaksi, tetapi intinya rekening tidak dapat digunakan. Setelah mengetahui tindakan tersebut dilakukan atas permintaan kepolisian, Komisi III meminta agar akses rekening segera dipulihkan.

“Komisi III beberapa hari terakhir mendapat masukan dari masyarakat soal adanya rekening aktivis dari Pati, Saudara Botok, yang tidak dapat digunakan. Apakah bahasanya pemblokiran, apakah penundaan transaksi, tetapi rekening tersebut tidak dapat digunakan,” ujar Habiburokhman.

Komisi III juga meminta rekening tersebut segera dapat digunakan kembali karena dana di dalamnya disebut dibutuhkan untuk aktivitas Botok menjelang aksi masyarakat Pati pada 27 Agustus.

“Kami harapkan segera, Pak, rekening tersebut bisa digunakan oleh Pak Botok ya. Karena mungkin beliau ada keperluan untuk beraktivitas dan menyampaikan pendapat, segera maksudnya kalau bisa hari ini, Pak. Hari ini, ya,” ujar Habiburokhman.

Polisi Nyatakan Tak Ada Masalah, Rekening Dibuka Kembali

Setelah melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, Polda Metro Jaya menyatakan tidak menemukan persoalan dalam aktivitas donasi maupun rekening tersebut. Hasil klarifikasi itu kemudian menjadi dasar dibukanya kembali penundaan transaksi.

Baca Juga :  Gempa Jakarta Terjadi Saat Warga Terlelap, Guncangan Dirasakan hingga Yogyakarta dan Nias

“Setelah kami melakukan konfirmasi terhadap berbagai pihak yang terkait dengan peristiwa hukum tersebut, maka hari ini kami sampaikan bahwa penundaan transaksi tersebut sudah dapat dibuka kembali,” ujar Iman.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan kemudian memastikan pihaknya akan segera mengaktifkan kembali rekening milik Botok sesuai arahan dan permintaan Komisi III DPR RI serta Polda Metro Jaya.

“Sebagai bank yang melayani nasabah dengan konsekuensi yang diatur di dalam peraturan, maka kami akan menindaklanjuti apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi,” jelas Riduan.

Riduan juga menyampaikan permintaan maaf apabila terdapat hal yang kurang berkenan dalam polemik tersebut. Ia menegaskan Bank Mandiri akan tetap menjalankan pelayanan perbankan secara prudensial dan memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

“Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan,” kata Riduan.

Bank Mandiri juga membantah adanya penarikan uang secara massal oleh nasabah maupun kondisi saham perusahaan yang disebut terdampak akibat polemik rekening Botok. Riduan mengatakan kondisi perbankan dan perusahaan tetap normal.