Rektor Unpad Bantah Mahasiswa K Depresi Usai Video dengan Dedi Mulyadi Viral

Mahasiswa Baru Unpad curhat ke KDM

Bandung, NusantaraMerdeka.id – Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. dr. Arief Kartasasmita membantah kabar mahasiswa berinisial K mengalami tekanan psikis setelah perbincangannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi viral di media sosial. Rektor memastikan mahasiswa UNPAD tersebut dalam kondisi baik dan masih mengikuti perkuliahan seperti biasa.

Video perbincangan K dengan Dedi Mulyadi sebelumnya beredar luas setelah keduanya terlibat dalam sesi tanya jawab saat kuliah umum di Unpad. Dalam video tersebut, Dedi meminta sejumlah mahasiswa baru maju ke depan dan berbincang dengan K mengenai kondisi keluarganya.

Rektor Unpad Pastikan K Tetap Kuliah

Setelah video tersebut viral, muncul kabar K mengalami tekanan psikis, merasa malu, hingga disebut mogok kuliah. Pihak kampus kemudian memberikan klarifikasi mengenai kondisi mahasiswa tersebut.

Arief mengatakan pihak Unpad telah memantau kondisi K dan memastikan aktivitas perkuliahannya tetap berjalan normal. Ia juga meminta persoalan tersebut tidak diperbesar karena dikhawatirkan justru berdampak pada mahasiswa yang bersangkutan.

“Gak ada apa-apa, kuliahnya sih baik-baik saja, dia enggak ada apa-apa, justru saya ingin tidak memperbesar ini menjadi masalah yang lebih luas, karena kasihan pada anaknya,” kata Arief saat ditemui di Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga :  Pemerintah Wajibkan Baca Buku di Sekolah Demi Kedaulatan Intelektual

Menurut Arief, kondisi K saat ini telah terkontrol. Mahasiswa tersebut juga tetap menjalani aktivitasnya di lingkungan kampus seperti biasa.

“Jadi, prinsipnya konteksnya semua sudah terkontrol, gak ada masalah apa-apa,” lanjutnya.

Unpad Pantau Kondisi Mahasiswa

Arief menegaskan perhatian kampus tidak hanya diberikan kepada K. Unpad memiliki mekanisme pendampingan bagi mahasiswa yang menghadapi persoalan dalam kehidupan perkuliahan maupun masalah pribadi.

Pihak kampus, kata Arief, telah bertemu dengan K untuk memastikan kondisi psikologisnya. Dari pemantauan tersebut, Arief menyebut tidak ditemukan kondisi depresi seperti yang beredar dalam kabar di media sosial.

“Sebetulnya tidak hanya masalah anak ini, semua anak kalau ada permasalahan kuliah tentu akan kami tangani, kami beri pendampingan, tapi saya sudah bertemu, kita tanya betul-betul ada gak depresi, gak ada depresi,” ungkapnya.

Kampus Siap Bantu Persoalan Keluarga dan Ekonomi

Selain persoalan yang muncul setelah video viral, K diketahui menghadapi persoalan keluarga. Arief mengatakan Unpad akan berupaya menjembatani komunikasi antara K dan orang tuanya.

Pendampingan juga berkaitan dengan kondisi ekonomi K. Arief menyebut Unpad memiliki banyak mahasiswa yang menghadapi persoalan keluarga, baik dalam hubungan maupun kondisi ekonomi, sehingga kampus berkomitmen memberikan dukungan sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  6 Dosen UPNVY Disanksi Seksual Bukti Rapuhnya Sistem Pengawasan Kampus

“Kami punya banyak sekali mahasiswa yang ada permasalahan dengan keluarga, baik secara ekonomi, secara hubungan dan lain sebagainya. Tentu karena ini mahasiswa kami, tentu kami akan beri pendampingan,” tuturnya.

Untuk memastikan K tetap dapat melanjutkan pendidikan, Unpad juga membuka kemungkinan memberikan dukungan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah jika diperlukan.

“Kuliahnya kalau perlu kami berikan KIP pemerintah dan lain sebagainya. Jadi kami akan mendampingi terus,” pungkas Arief.