Drone Ukraina Serang Moskow, Rusia Balas Gempur Wilayah Ukraina

Drone Ukraina serang Rusia

NusantaraMerdeka.id – Serangan drone Ukraina dan Rusia meningkat dalam semalam ketika pembicaraan damai kedua negara masih mengalami kebuntuan. Pejabat Rusia melaporkan lebih dari 620 drone menyasar Moskow, sementara Angkatan Udara Ukraina menyatakan telah menembak jatuh atau melumpuhkan 111 dari 147 drone Rusia yang menyerang wilayahnya.

Rentetan serangan tersebut menunjukkan bahwa perang jarak jauh tetap berlangsung intensif meski pertempuran di garis depan disebut relatif stagnan. Dampaknya juga dirasakan warga sipil di kedua negara, dengan laporan korban luka dan kerusakan bangunan setelah serangan.

Ratusan Drone Ukraina Dilaporkan Menuju Moskow

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh 180 drone di wilayah ibu kota antara Senin malam hingga pukul 05.00 waktu setempat pada Selasa. Sebanyak 17 drone lainnya disebut ditembak jatuh ketika sedang menuju Moskow setelah periode tersebut.

Dengan laporan lebih dari 620 drone yang menyasar Moskow dalam semalam, serangan ini disebut menjadi salah satu serangan terbesar Ukraina terhadap ibu kota Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Kantor berita Rusia TASS bahkan menyebutnya sebagai serangan drone terbesar terhadap Moskow dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga :  Amerika Israel Serang Iran: Teheran Membara, Perlawanan Sengit Dimulai!

Namun, angka lebih dari 620 tersebut berasal dari laporan pejabat Rusia dan belum disertai verifikasi independen dalam informasi yang tersedia. Angka 180 dan 17 yang disampaikan Sobyanin juga merujuk pada drone yang diklaim berhasil ditembak jatuh, bukan keseluruhan jumlah drone yang disebut menyerang.

Serangan Drone Menimbulkan Kerusakan di Wilayah Moskow

Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan serangan tersebut melukai tiga orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun. Dampak paling serius dilaporkan terjadi di distrik Pavlovsky Posad, tempat sebuah rumah habis terbakar.

Beberapa rumah lain dan sebuah wisma tamu juga mengalami kerusakan di distrik Bogorodsky. Kerusakan tersebut menunjukkan bahwa dampak serangan tidak hanya terjadi pada sasaran yang berkaitan dengan aktivitas militer, tetapi juga mengenai bangunan sipil.

Fasilitas logistik milik raksasa e-commerce Wildberries di sebelah timur Moskow turut mengalami kerusakan. Perusahaan tersebut menyebut kompleks logistiknya mengalami kerusakan ringan setelah puing-puing menghantam dinding bangunan.

Fasilitas Wildberries sebelumnya juga menjadi sasaran dalam beberapa pekan terakhir. Ukraina menuding perusahaan tersebut memasok komponen untuk drone Rusia, meski informasi dalam naskah tidak merinci jenis komponen yang dimaksud.

Baca Juga :  Tiga Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon Selatan

Ukraina Laporkan 147 Drone Rusia dalam Semalam

Pada waktu yang sama, Angkatan Udara Ukraina melaporkan menghadapi 147 serangan drone Rusia. Dari jumlah tersebut, 111 drone disebut berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan.

Serangan Rusia juga menimbulkan korban dan kerusakan di sejumlah wilayah Ukraina. Gubernur wilayah Kharkiv Oleh Syniehubov mengatakan lima orang terluka dalam serangan terhadap kota Izyum, termasuk seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun.

Di Brovary, wilayah Kyiv, drone Rusia dilaporkan memicu kebakaran dan merusak sejumlah bangunan. Wali Kota Brovary Ihor Sapozhko menyebut sebuah gedung perkantoran dan sejumlah gudang termasuk fasilitas yang terdampak.

Dengan demikian, serangan pada periode yang sama memperlihatkan pola saling serang menggunakan drone jarak jauh. Rusia melaporkan serangan dalam jumlah besar di sekitar Moskow, sementara Ukraina mencatat puluhan drone Rusia yang berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan.

Serangan Jarak Jauh Meningkat saat Pembicaraan Damai Macet

Peningkatan serangan drone terjadi ketika pertempuran di garis depan hampir terhenti dan pembicaraan damai Rusia-Ukraina mengalami kebuntuan. Dalam kondisi tersebut, serangan jarak jauh menjadi salah satu bentuk tekanan militer yang terus digunakan kedua pihak.

Baca Juga :  Blokade Total Dimulai: AS Kepung Iran Usai Perundingan Islamabad Gagal

Intensitas serangan juga tercermin dari dampaknya terhadap warga sipil. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 437 warga sipil tewas di Ukraina sepanjang Juli, menjadi angka korban bulanan tertinggi sejak Mei 2022.

Di Rusia, pihak berwenang melaporkan 79 warga sipil tewas akibat serangan Ukraina sepanjang Juli. Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi merupakan data yang dilaporkan oleh otoritas Rusia.

Dalam perkembangan terbaru, serangan drone kembali terjadi di kedua negara pada periode yang sama, dengan laporan korban dan kerusakan di wilayah Moskow, Kharkiv, dan Kyiv ketika upaya diplomatik untuk meredakan perang masih belum menghasilkan terobosan.