Waspada Malware NoVoice Incar WhatsApp, 2,3 Juta Android Terinfeksi

Whatsapp

nusantaramerdeka.id — Ancaman siber brutal melanda pengguna WhatsApp global setelah malware NoVoice terdeteksi menginfeksi lebih dari 2,3 juta perangkat Android melalui 50 aplikasi bodong di Google Play Store pada April 2026.

Laporan investigatif McAfee mengungkap bahwa rootkit ini bekerja sangat licin dengan menyamar sebagai aplikasi pembersih ponsel dan game kasual untuk mengkloning sesi WhatsApp korban secara real-time. Target utamanya adalah mencuri database enkripsi dan kunci protokol Signal milik pengguna.

Invasi Senyap NoVoice dan Kegagalan Reset Pabrik

Serangan ini menggunakan 22 eksploitasi berbeda yang menyasar celah keamanan kernel Android lama untuk mendapatkan akses root permanen. Sekali menginfeksi, NoVoice akan mengganti library sistem inti sehingga sulit dideteksi oleh pengguna awam.

Kengerian utama malware ini adalah kemampuannya bertahan hidup meski ponsel sudah disetel ulang ke pengaturan pabrik. Reset pabrik standar tidak akan menghapus rootkit ini, tulis laporan resmi McAfee yang dikutip pada 5 April 2026.

Langkah Tegas Lindungi Akun WhatsApp Anda

Pengguna yang memiliki perangkat dengan patch keamanan sebelum 1 Mei 2021 berada dalam zona merah risiko tinggi. Satu-satunya solusi teknis untuk membersihkan total infeksi ini adalah dengan melakukan flash ulang firmware (reflash) sistem operasi secara menyeluruh.

Baca Juga :  Legenda Bassist God Bless Donny Fattah Meninggal Dunia di Jakarta

Pihak Google telah bertindak tegas dengan menghapus seluruh aplikasi pembawa malware tersebut dari Play Store dan memblokir akun pengembang terkait. Android telah mengatasi kerentanan yang diandalkan malware ini dalam pembaruan keamanan bertahun-tahun lalu, tegas perwakilan Google dalam pernyataan resminya.

Masyarakat Indonesia diminta waspada dan segera memeriksa daftar perangkat tertaut pada aplikasi WhatsApp mereka. Pastikan fitur verifikasi dua langkah telah aktif untuk mencegah peretasan akun yang lebih luas oleh aktor intelektual di balik operasi NoVoice ini.

Kehadiran file audio diam atau “zero volume” dalam folder aplikasi menjadi ciri khas teknis malware ini agar layanannya tetap berjalan di latar belakang. Jangan pernah mengunduh aplikasi dari pengembang tidak dikenal meskipun terlihat memiliki fungsi yang bermanfaat. ***