nusantaramerdeka.id — Provinsi Jawa Timur mencatat lonjakan signifikan kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 dengan total sekitar 6,2 juta orang, berdasarkan data sementara hingga 30 Desember 2025.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, menyatakan angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dan menguatnya kembali sektor pariwisata daerah.
“Totalnya sekitar 6,2 juta wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, berlibur ke Jawa Timur selama momen Nataru,” kata Evy, Kamis (1/1/2026).
Sebagian besar kunjungan berasal dari wisatawan nusantara. Tercatat sebanyak 6.211.426 perjalanan wisata domestik berlangsung di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur selama periode libur akhir tahun.
Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang datang selama Nataru mencapai 12.730 orang. Meski porsinya kecil, angka tersebut dinilai menunjukkan tren pemulihan kunjungan internasional.
Kunjungan Wisman Terus Menguat
Evy menjelaskan, sepanjang 2025 jumlah wisatawan mancanegara ke Jawa Timur mencapai 431.242 orang. Angka ini meningkat 27,88 persen dibandingkan tahun 2024.
Menurut dia, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh membaiknya konektivitas transportasi, intensifikasi promosi destinasi, serta stabilitas sektor pariwisata pascapandemi.
Lonjakan kunjungan selama Nataru juga dipicu tingginya minat wisatawan terhadap destinasi alam. Sejumlah lokasi seperti Bromo Tengger Semeru, Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, dan Taman Nasional Baluran menjadi tujuan favorit.
Selain wisata alam, destinasi perkotaan dan tematik turut mencatat angka kunjungan tinggi, di antaranya kawasan heritage di Malang, destinasi tematik di Madiun, hingga kawasan wisata pesisir di Banyuwangi.
Batu dan Malang Tetap Primadona
Untuk wisata keluarga, Kota Batu masih menjadi magnet utama. Destinasi seperti Jawa Timur Park dan Selecta dipadati pengunjung sepanjang libur panjang.
“Secara umum, daerah yang masih menjadi primadona liburan wisatawan di Jawa Timur adalah Batu, Malang, Bromo, Banyuwangi, Jember, dan Magetan,” ujar Evy.
Lonjakan kunjungan ini memperkuat posisi pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah Jawa Timur pada akhir 2025.***