Nasional

Newport Minta Maaf soal Challenge Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project

Festival Music The Sounds Project 2026 yang di helat di di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta Utara, pada tanggal 7–9 Agustus 2026
Festival Music The Sounds Project 2026 yang di helat di di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta Utara, pada tanggal 7–9 Agustus 2026

NusantaraMerdeka.id - Manajemen Newport menyampaikan permintaan maaf setelah video challenge Al-Qur’an berhadiah miras di booth mereka saat festival musik The Sounds Project menjadi sorotan. Newport menegaskan aktivitas tersebut bukan program atau konsep promosi yang direncanakan perusahaan, melainkan muncul secara spontan dari pengunjung di lokasi acara.

Permintaan maaf itu disampaikan Newport secara terbuka pada Selasa (11/8/2026) kepada umat Muslim, tokoh agama, dan masyarakat Indonesia. Klarifikasi tersebut diberikan setelah video pembagian minuman dengan tantangan menghafal surat pendek Al-Qur’an memicu kritik dari netizen.

Challenge Al-Qur’an Berhadiah Miras Disebut Bukan Program Newport

Dalam pernyataan resminya, Newport mengatakan aktivitas tersebut tidak pernah dirancang sebagai bagian dari promosi brand. Manajemen menyebut aksi itu terjadi secara spontan setelah pengunjung mengambil alih mikrofon yang digunakan oleh MC.

"Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," ungkap Newport dalam pernyataan resmi.

Meski menyatakan bukan bagian dari konsep promosi, Newport tetap mengakui adanya persoalan dalam pengawasan di lapangan. Kondisi tersebut memungkinkan pengunjung mengambil alih mikrofon dan melakukan aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan nilai agama dan etika masyarakat.

"Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," terang manajemen Newport.

Sponsor Miras Challenge Hapalan Surat
Challenge Hapalan Surat Al Quran berhadiah miras di acara The Sounds Project

Newport Ambil Tindakan dan Evaluasi Internal

Setelah kejadian tersebut, manajemen Newport menyatakan telah mengambil tindakan tegas terhadap personel dan mitra yang bertugas saat acara berlangsung. Evaluasi internal juga langsung dilakukan untuk memperbaiki pengawasan selama kegiatan promosi.

Newport menegaskan perusahaan menghormati nilai agama, adat istiadat, serta etika yang berlaku di Indonesia. Insiden tersebut disebut menjadi bahan evaluasi agar standar operasional perusahaan diperketat.

"Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan."

The Sounds Project Juga Kecam Insiden

Sebelumnya, promotor The Sounds Project juga menyampaikan sikap resmi setelah mengetahui kejadian tersebut. Penyelenggara mengatakan membutuhkan waktu untuk memastikan fakta di lapangan sebelum memberikan pernyataan kepada publik.

"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tegas pihak The Sounds Project.

Promotor juga menegaskan kejadian di booth Newport berada di luar arahan dan persetujuan penyelenggara. Mereka menyatakan tidak menoleransi tindakan yang menyinggung agama maupun SARA di area acara, termasuk yang dilakukan sponsor dan mitra kerja sama.

Newport kemudian menegaskan komitmennya untuk memperketat standar operasional dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi pada kegiatan mendatang.