Indonesia Finis Kedua SEA Games 2025, Atlet Bayar Perjuangan Sendiri

Jetski Asean Games

nusantaramerdeka.id — Indonesia memastikan peringkat kedua pada SEA Games 2025 di Thailand dengan torehan 333 medali, terdiri atas 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Capaian ini mengulang prestasi terbaik Indonesia dalam 30 tahun terakhir, menyamai hasil SEA Games 1995 di Chiang Mai, sekaligus menjadi raihan terbaik di luar status tuan rumah sejak 2011.

Namun, di balik catatan historis tersebut, muncul kisah getir dari para atlet dan manajer yang harus menanggung biaya perjuangan secara mandiri. Kondisi ini memantik kritik publik terhadap tata kelola pembinaan olahraga nasional.

Emas dari Jetski Sewa

Atlet jetski Indonesia, Aero Sutan Aswar, meraih medali emas nomor endurance open di Pattaya dengan mengumpulkan 1.132 poin. Prestasi itu diraih tanpa dukungan dana pemusatan latihan nasional (pelatnas) dan menggunakan jetski sewaan yang dibiayai dari dana pribadi.

Masuk kontingen, tapi tidak ada biaya,” ujar Aero setibanya di Tanah Air, Rabu (17/12/2025). Ia mengakui seluruh persiapan dilakukan secara mandiri akibat tidak adanya dukungan pendanaan dari pemerintah. Keterbatasan tersebut berdampak pada kontrol performa jetski yang digunakan.

Baca Juga :  Format Baru 48 Tim: Peta Persaingan Sengit Menuju Piala Dunia 2026

Kenapa mandiri? Itu bisa tanyakan kepada yang tidak memberikan duit. Untungnya punya duit dan emas,” kata Aero.

Jual Mobil Demi Medali

Kisah serupa dialami atlet balap sepeda asal Kediri, Jawa Timur, Rendy Varera Sanjaya. Demi tampil di SEA Games 2025, Rendy menjual mobil pribadinya untuk membeli sepeda kompetisi.

Saya jual mobil sekitar Rp50 juta, lalu beli sepeda sekitar Rp30 juta,” ujar Rendy di Kediri, Selasa (16/12/2025). Pengorbanan tersebut berbuah dua medali emas dari nomor Mountain Bike Cross Country Eliminator serta satu perak dari nomor downhill.

Di cabang kickboxing, manajer Rosi Nurasjati juga berangkat ke Thailand dengan biaya mandiri akibat status suspended dari WAKO. Meski demikian, cabang ini tetap menyumbang enam medali.

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi capaian atlet Indonesia. “Yang penting pejuang-pejuang kita kita hormati dan kita hargai,” ujarnya di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).***