Situs Ndalem Pojok Kediri Didorong Jadi Cagar Budaya Nasional

Situs Ndalem Pojok Soekarno

nusantaramerdeka.id — Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Kediri kembali didorong menjadi cagar budaya nasional karena perannya dalam pembentukan kesadaran kebangsaan Bung Karno sejak awal abad ke-20 dan statusnya sebagai situs nonkolonial.

Dorongan tersebut disampaikan Yayasan Persada Soekarno yang menilai Ndalem Pojok memiliki nilai sejarah strategis dalam perjalanan awal Presiden pertama Republik Indonesia. Situs ini tidak lahir dari struktur kolonial, melainkan dari dinamika pendidikan dan perjuangan nasional.

Amanah Yayasan Bung Karno

Ketua Harian Yayasan Persada Soekarno, Kushartono, menegaskan pengusulan ini merupakan amanah langsung dari Yayasan Bung Karno.

Harapan kami, Situs Ndalem Pojok dapat ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional. Ini merupakan amanah langsung dari Ketua Umum Yayasan Bung Karno, Bapak Guruh Soekarnoputra, saat meresmikan situs tersebut,” ujarnya, Jumat (18/12/2025).

Ia menyebut amanah itu telah dituangkan secara resmi.
“Harapan itu bahkan telah dituangkan dalam bentuk surat,” kata Kushartono.

Jejak Bung Karno Muda

Ndalem Pojok dikenal sebagai rumah bersejarah tempat pergantian nama Koesno menjadi Soekarno oleh R.M. Panji Soemo Soewodjo. Peristiwa ini diresmikan secara nasional pada 2018.

Baca Juga :  Jalur Strategis Klaten Simpan Candi Hindu-Buddha Penuh Nilai Sejarah

Pada periode 1905–1918, rumah tersebut menjadi ruang pembentukan pendidikan spiritual dan kebangsaan Bung Karno. Sejumlah tokoh pergerakan nasional juga tercatat pernah berkumpul di lokasi ini sebelum Sumpah Pemuda 1928.

Meski telah ditetapkan sebagai situs sejarah sejak 2018, status cagar budaya nasional belum meningkat.
“Hampir delapan tahun berlalu, namun belum ada peningkatan status,” ujar Kushartono.***