Trump Serang Paus Leo XIV Terkait Kebijakan Perang Iran-Israel

Paus Leo vs Donald Trump

nusantaramerdeka.id — Presiden Donald Trump melancarkan serangan verbal terbuka terhadap Paus Leo XIV di Washington pada Senin, 13 April 2026, setelah pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu mengecam retorika perang Amerika Serikat dalam konflik Iran-Israel.

Eskalasi ini mencapai puncaknya saat Trump menyebut Paus pertama asal Amerika Serikat tersebut sebagai figur yang lemah dalam menangani kejahatan. Ketegangan ini menandai keretakan diplomatik terdalam antara Gedung Putih dan Vatikan dalam satu abad terakhir.

Ancaman Nuklir dan Kritik Tajam Vatikan

Konflik bermula saat Paus Leo XIV secara terbuka mengecam pernyataan Trump yang mengancam akan memusnahkan peradaban di Iran pada 6 April 2026. Paus menggunakan istilah delusi omnipotensi untuk menggambarkan pihak-pihak yang memperalat agama demi membenarkan peperangan.

Langkah berani Vatikan ini direspons Trump melalui platform Truth Social dengan tuduhan bahwa pemilihan Paus Leo XIV pada Mei 2025 hanyalah taktik politik Gereja. Trump mengklaim dirinya lebih populer dibandingkan otoritas moral kepausan di mata rakyat Amerika.

“Paus Leo lemah dalam kejahatan, dan mengerikan untuk kebijakan luar negeri. Saya tidak ingin Paus yang berpikir oke bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir,” ujar Donald Trump dalam pernyataan resminya pada 12 April 2026.

Baca Juga :  Bongkar Blokade Hormuz, Trump Tundukkan Ego Demi Amankan Pasokan Energi Global

Perlawanan Moral dari Pesawat Kepausan

Paus Leo XIV memberikan jawaban tegas saat berada dalam penerbangan menuju Aljazair pada 13 April 2026 siang waktu setempat. Beliau menegaskan tidak merasa takut terhadap tekanan politik dari pemerintahan Trump dalam menyuarakan pesan perdamaian Injil.

Posisi ini mempertegas bahwa Vatikan tidak akan tunduk pada intimidasi kekuatan militer global yang saat ini mendominasi kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Fokus utama kepausan tetap pada perlindungan kemanusiaan dan penghentian eskalasi nuklir di Timur Tengah.

“Saya tidak takut dengan pemerintahan Trump. Untuk menempatkan pesan saya pada bidang yang sama dengan apa yang presiden coba lakukan, saya pikir itu tidak memahami pesan Injil,” tegas Paus Leo XIV pada 13 April 2026.

Perseteruan ini kini membelah basis massa konservatif di Amerika Serikat antara loyalis gerakan MAGA dengan warga Katolik. Konferensi Uskup Katolik AS (USCCB) secara resmi telah mengecam serangan Trump dan menyebutnya sebagai tindakan yang sangat menyedihkan. ***