Surat Terbuka Presiden Iran Sebut Amerika Serikat Hanya Proksi Israel

Presiden Iran

nusantaramerdeka.id — Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara mengejutkan mengirimkan surat terbuka langsung kepada rakyat Amerika Serikat pada Rabu, 1 April 2026.

Langkah diplomatik berani ini diambil hanya beberapa jam sebelum Presiden Donald Trump memberikan pidato nasional mengenai kelanjutan agresi militer AS-Israel ke wilayah Iran.

Pezeshkian menegaskan bahwa rakyat Iran sama sekali tidak memiliki permusuhan terhadap bangsa lain dan menuding Washington telah terjebak dalam skenario berbahaya.

Menurutnya, militer Amerika Serikat saat ini hanya dijadikan alat atau proksi oleh Israel untuk menghancurkan stabilitas kawasan demi ambisi sepihak.

Dalam surat bertajuk “To the people of the United States of America” tersebut, Pezeshkian mempertanyakan slogan “America First” yang selama ini didengungkan Trump.

Ia menilai dana pajak warga Amerika justru habis digunakan untuk mendanai delusi agresor asing daripada kepentingan domestik rakyat AS sendiri.

“Bukankah sudah jelas bahwa Israel sekarang bertujuan untuk berperang melawan Iran hingga tentara Amerika terakhir dan dolar pembayar pajak Amerika terakhir?” — tulis Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam unggahannya di platform X, 1 April 2026.

Baca Juga :  Presiden Marcos Jr Deklarasikan Darurat Energi Nasional Filipina Satu Tahun

Ketegangan Geopolitik dan Dampak Kemanusiaan

Sejak operasi militer bertajuk “Operation Epic Fury” meletus pada 28 Februari 2026, kondisi kemanusiaan di Iran dilaporkan terus memburuk dengan cepat.

Data menunjukkan lebih dari 1.500 warga sipil tewas dan 3,2 juta orang terpaksa mengungsi akibat serangan udara intensif di berbagai kota.

Pezeshkian menyebut bahwa Iran selama ini selalu memilih jalur negosiasi, namun Amerika Serikat secara sepihak meninggalkan komitmen kesepakatan nuklir yang telah dicapai.

Ia mengajak masyarakat Barat untuk melihat kenyataan di lapangan ketimbang mempercayai mesin misinformasi yang terus memproduksi narasi perang yang destruktif.

Respons Kontradiktif dari Gedung Putih

Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru mengklaim melalui platform Truth Social bahwa rezim baru Iran sudah mulai memohon untuk gencatan senjata.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah keras oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang menyebut klaim Trump sebagai informasi palsu.

Trump dalam pidatonya menyatakan bahwa tujuan strategis militer AS hampir tercapai dan pasukan akan segera ditarik keluar dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Board of Peace Donald Trump Diprotes Hamas

Meskipun begitu, tekanan domestik di AS terus meningkat seiring meroketnya harga bensin nasional yang kini melampaui angka 4 dolar per galon. ***