Denpasar, NusantaraMerdeka.id – KMP Putri Yasmin terbakar saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 Wita. Setelah menerima laporan, Basarnas langsung mengerahkan personel dan armada untuk membantu proses evakuasi di perairan Sekotong, Lombok Barat.
Insiden KMP Putri Yasmin terbakar tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram pada pukul 04.39 Wita. Laporan yang diterima kurang dari 30 menit setelah kejadian itu menjadi dasar bagi tim SAR untuk segera bergerak menuju lokasi.
KMP Putri Yasmin Terbakar dalam Perjalanan ke Lembar
KMP Putri Yasmin diketahui sedang menempuh perjalanan laut dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar ketika kebakaran terjadi. Lokasi kejadian berada di perairan Sekotong, wilayah Lombok Barat.
Informasi mengenai penyebab KMP Putri Yasmin terbakar maupun kondisi penumpang dan awak kapal belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, perkembangan evakuasi menjadi perhatian utama dalam penanganan insiden tersebut.
Basarnas Kerahkan Kapal dan Helikopter
Untuk memperkuat operasi SAR, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan KN SAR Arjuna 229 dari Pelabuhan Benoa, Bali. Kapal tersebut diberangkatkan pada pukul 08.00 Wita menuju area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan pengerahan kapal dilakukan bersamaan dengan dukungan pemantauan melalui udara.
“KN SAR Arjuna 229 gerak dari Pelabuhan Benoa 08.00 Wita. Heli SGi Air Bali take off pukul 09.50 Wita menuju search area,” kata Sidakarya saat dikonfirmasi, Rabu.
Helikopter SGi Air Bali kemudian lepas landas pada pukul 09.50 Wita menuju lokasi pencarian. Dukungan dari udara memungkinkan petugas memperluas pemantauan terhadap kondisi di sekitar area kejadian.
Menurut Sidakarya, pengerahan KN SAR Arjuna 229 dan helikopter tersebut dilakukan untuk memperkuat proses evakuasi sekaligus memperluas pemantauan kondisi kapal. Operasi pencarian dan pertolongan selanjutnya masih berlangsung di lokasi.